bukan tempat buat cari duit



July 2, 2007

Bantal : Makanan Wajib Anak KaPe Menara Jamsostek

Masuk kategori: Penghematan - mataduitan @ 1:17 pm

Ok.. ok… kali ini simataduitan tidak akan membahas barang kegemarannya (a.k.a. duit), tetapi simataduitan akan membahas mengenai barang panjang-gendut-nan-lembut (nah lho… mulai memancing-mancing ikan di air keruh) dan bertabur-wijen…

Kue Bantal

Apakah itu kue bantal?

Kue bantal adalah kue yang bersaudara ama cakue medan (dianggap memiliki hubungan-tepung karena biasanya mang-mang penjualnya hanya menjual 2 jenis kue ini saja… jadi bisa dikatakan 2 jenis kue ini sehidup semati menunggu mulut manusia melahap mereka). Kue ini sangat mak-nyus dan pak-nyus bila disantap anget-anget… kalo nggak anget-anget, dijamin gak mak-nyus dan pak-nyus lagi… makanya kalo beli harus rewel dulu minta yang baru digoreng..

Terus gimana ceritanya sehingga  makanan ini bisa menjadi makanan wajib anak KaPe menara jamsostek?

Sebelum melanjutkan cerita, tidak ada salahnya simataduitan memperkenalkan para KaPe-ers menara jamsostek kepada pemirsa…

simataduitan -> KaPe-ers di menara jamsostek tepatnya di lantai 16 dengan label perusahaan yang menampungnya adalah Jatis Solutions

Ivan-si-anu-sibak -> KaPe-ers di tempat yang sama dengan simataduitan

Gahayu-si-manusia-setengah-dewa -> KaPe-ers di menara jamsostek lantai 17 dengan label perusahaan yang menampungnya adalah Nusantara Secom Indonesia Infotech (*thanks to "si manusia setengah dewa" yang telah meralat)

Monja-si-baik-hati-dan-tidak-sombong-serta-rajin-menabung -> KaPe-ers di tempat yang sama dengan "si manusia setengah dewa"

Vicky-si-anak-nakal -> KaPe-ers di tempat yang sama pula dengan "si manusia setengah dewa"

Cerita berawal di hari jumat pertama lima sekawan berada di menara jamsostek. Berhubung "si anu sibak", "si baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung", dan "si anak nakal" harus menunaikan kewajibannya sebagai seorang pria tulen dengan  melakukan sholat Jumat, simataduitan dan "si manusia setengah dewa" menunaikan hak mereka sebagai wanita tulen dengan berbelanja di belakang menara jamsostek deket gedung parkiran. si-manusia-setengah-dewa yang notabene pencinta cakue itu menghampiri mang-mang penjual dengan label gerobak bertuliskan cakue medan untuk membeli beberapa batang "kue yang tampak tidak niat untuk dimakan" itu. simataduitan yang pada awalnya tidak tertarik tiba-tiba penasaran saat "si manusia setengah dewa" menunjuk sebuah "kue panjang gendut nan tampak lembut". Berhubung kue itu "tampak lebih niat untuk dimakan" daripada cakue, simataduitan pun ikut-ikutan memesan "si kue gendut panjang"… simataduitan terpaksa merogoh seceng dari dompet pinknya untuk dibayarkan ke mang-mang penjualnya (sugoi gak tuh?? harganya cuman seceng!!)

Saat gigitan pertama…

Kyaaaaaaaaa….

Enaaaaaaaaaaaaak….

Hari-hari simataduitan terasa lebih cerah dari sebelumnya… dan kini simataduitan siap untuk menghadapi dunia!!!

Setelah hampir menuju gigitan terakhir, "si anu sibak", "si baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung", dan "si anak nakal" mencomot makanan simataduitan… dan tebak apa yang terjadi…

Pria-pria itu pun mendapatkan kenikmatan yang ruaaaaarrrrrr biasa!! Serasa melayang-layang di atas kota Jakarta (hohohohoho… hiperbola banget nih…)

Dengan demikian, lima sekawan menara jamsostek tersebut kembali membeli "si kue panjang gendut nan empuk yang diberi nama kue bantal" itu… Bukan hanya kembali di hari itu saja… tetapi setiap hari… sampe mang-mangnya pun hafal kalo lima sekawan tersebut lewat dan menatapi kue-bantal dengan tatapan bernafsu dan sedikit mengeluarkan lidah…

Anda harus mencoba makanan wajib anak kape menara jamsostek ini… Gak bakal nyesel!

ITB Pencetak Koruptor Indonesia : Cerita Jackpot dari Negeri Duri-an

Masuk kategori: Serius Serius - mataduitan @ 1:10 pm

Eiitttsss… jangan salah sangka dulu dengan simataduitan… di sini simataduitan tidak akan menghina-dina kampus mentari tersebut. Buat apa toh dihina-dina sebagai Pencetak Koruptor Indonesia? simataduitan pun akan dicetak oleh kampus mentari tersebut untuk menghadapi kejamnya dunia di luar sana (Amin… Amin… doakan simataduitan cepat lulus ya pemirsa…). Tidak sebagai korupor tentunya…

Terus… terus… tuh judul maksudnya apa? ngajak berantem? emoticon ngajak ribut? emoticon ngajak tawuran? emoticon ngajak main kartu? emoticon (lho… lho… "tah papa tah mama" aja)

Jadi pada suatu hari sabtu nan membosankan di Jakarta simataduitan menerima sms ajakan reuni tak-resmi TK+SD+SMP+SMA di Mal Taman Anggrek… kenapa reunian 4 tingkatan bisa dilakukan sekaligus? Karena simataduitan dulunya sekolah di TK+SD+SMP+SMA yang gak gaul… ya iyalah, orang2nya dari TK sampe SMA itu-ituuuuuuuuuuu aja… dari zaman manusia-manusianya masih beradab (baca: polos) sampe zaman manusianya jadi biadab tetep aja orang-orang yang ketemu di sekolah sama. Gak ganti muka, cuman ganti gede badannya doank… Heran deh sama yang bisa pacaran dan katanya-sehidup-semati di antara sesama Cendana itu (nama TK+SD+SMP+SMA simataduitan)… gak berasa incest apa? 

OK… OK… abis reunian so what? Nah, di reunian itu simataduitan berkumpul bersama sahabatnya-tercinta dan 4 orang lainnya yang sebenarnya berasal dari sekolah dengan nama sama tapi distrik berbeda (kalo simataduitan dan sahabatnya-tercinta dari Cendana Rumbai, yang lain dari Cendana Duri). Di sanalah simataduitan berkenalan dengan seorang anak Duri-an nista yang "untungnya selama ini belum pernah kenal karena untungnya ia tak pernah tinggal di rumbai". Setelah ditelusuri silsilah keluarga dan riwayat hidupnya… ternyata ia adalah teman sebangku salah satu JACKPOT Informatika ITB 2004!! (bagi pembaca yang belum mengetahui apa itu istilah JACKPOT… bayangkan aja sebagai makhluk nista yang tidak perlu dibicarakan di dunia maya… cukup di dunia nyata aja). Lalu, apa yang menyebabkan simataduitan men-cap nista si "muka badak yang ntah kenapa bisa punya pacar yang manut dan tabah" itu? Salah satunya karena si "muka badak yang ntah kenapa bisa punya pacar yang manut dan tabah" itu mengucapkan satu kalimat yang menghina kampus mentari tempat simataduitan akan dicetak untuk menghadapi kejamnya dunia di luar sana, yaitu…

"ITB kan isinya koruptor semuayang bagus cuman jurusan *B*"

(disensor demi kebaikan bersama…)

U know what apa yang dirasakan simataduitan saat itu??

Jger… Jger… Jger… (ceritanya bunyi petir)

Nafsu membunuh keluar…

Emosi memuncak…

Kalo gak memikirkan pancasila dan norma-norma kemanusiaan, tentunya simataduitan sudah melakukan aksi "mengancam menodong plus memalak duit" si tersangka (ujung-ujungnya tetep… duit). Tapi setelah dipikir-pikir… ya sodahlah ya… toh penghinaan dia menguji ke-cinta-an simataduitan dengan kampus mentari walaupun kampusku-rumahku tersebut sedang bergejolak kemahasiswaannya (atau nggak? gak usah dibahas lah ya di sini… soalnya simataduitan gak bakat nulis-nulis yang begituan… beraaaaaaaaaaaaaatttt pisaaan)…

Jadi dapat disimpulkan… air cucuran atap jatuhnya ke temen sebangku juga emoticon hohohoho… ada 2 JACKPOT deh dari negeri Duri-an sana…

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King