Kenistaan KaPe di Jakarta (Bagian I)
KaPe di Jakarta??? ada suka-nya… ada duka-nya… tapi entah mengapa…
LEBIH BANYAK DUKANYA 

Berikut beberapa kenistaan yang Saya temui ketika mengadu nasib d Jakarta demi **sebuah karakter ‘A’ di transkrip nilai** sampai dengan hari ini (25 Juni 2007):
1. Biaya transportasi yang 2x lipat lebih MAHAL daripada angkot-tercinta di Bandung… padahal:
- Lebih menderita karena panas dan sesak… semua ini diakibatkan oleh terbatasnya oksigen yang harus di-share pula bersama > 20 orang (sangat tidak dianjurkan untuk yang memiliki penyakit asma dan sejenisnya)
- Lebih tdk terjamin keselamatan saat naik ataupun turun… karena sang kuda besi tidak akan rela berhenti demi menaikkan ataupun menurunkan penumpangnya
yang tercinta… Hal ini dapat menyebabkan rasa ‘nyut-nyut‘an di pergelangan kaki kanan jika turun dengan pose **kaki kanan duluan yang mendarat ke aspal dengan indahnya** (Don’t try this at kopaja, metro mini, patas, etc
).
- Banyaknya biaya ++ yang harus dikeluarkan demi kenyamanan batin… karena untuk satu trip perjalanan, bisa > 5 orang seniman (bisa penyanyi, pembaca puisi, pembaca pantun, pembaca dongeng, pemain drama, pelukis, lho… lho… mulai ngawur) yang ber-atraksi demi mendapatkan beberapa-suap-nasi, beberapa-batang-rokok
, atau bisa juga beberapa-gelas-minuman
dengan gayanya masing2 (ada yang sopan, ada yang mabok, ada yang niat, ada yang cuman menggerutu, ada pula yang maksa).
- Cara membedakan jurusannya pake nomor, sehingga susah melihatnya bila **sang surya telah tenggelam di ufuk barat** ataupun di saat terang (untuk yang rabun seperti Saya
).
2. 1 ml air aqua dihargai kira-kira Rp 6,00 (udah kyk tarif telpon aja)… kalo dihitung-hitung, 1 Aqua gelas yg notabene netto-nya lebih kurang 200ml harganya jadi Rp 1.200,00!!! Oh My God… Gimana mau menerapkan **gaya hidup sehat dengan minum air 2 liter sehari**? 
**——————-———————Bersambung——————–——————–**
seandainya simataduitan memiliki pohon duit... nama blog ini gak bakal mataduitan :)
